Hamid Elhaz

MENCARI RIZKI ADALAH IBADAH

Posted on: Februari 9, 2011

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلاَ اَنْ هَدَانَا اللهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ مُحَمَّدٍ وَّعَلىَ اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Mari kita memuji dan menghaturkan rasa terima kasih kepada Sang Maha Pengasih yang tidak pernah pilih kasih, shalawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW., keluarganya, sahabatnya, para pengikutnya sampai kepada umatnya yang masih setia pada ajarannya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di yaumil akhir. Amiin.

Sidang Jum’at yang mulia! Salah satu kewajiban orang yang hidup di dunia adalah berusaha mencari rijki dengan cara yang baik dan halal, sebab sebagai manusia pasti memerlukan berbagai kebutuhan dalam hidupnya baik yang bersifat jasmaniah seperti makanan, minuman, pakaian, maupun yang bersifat rohaniah seperti ilmu pengetahuan, petunjuk agama dan sebagainya.

Oleh sebab itu, kewajiban kita adalah bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh mencari rijki yang sesuai dengan ketentuan agama. Selain itu, kita harus dapat menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Firman Allah SWT. dalam QS. Al-Qashash ayat 77 menyatakan:

وَابْتَغِ فِيْمَا اَتَاكَ اللهُ الدَّارَ اْلأَخِرَةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَا اَحْسَنَ اللهُ اِلَيْكَ وَلاَ تَبْغِ الْفَسَادَ فِى اْلاَرْضِ اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan duniawi. Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

 

Kemudian Rasulullah SAW. bersabda:

اِعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأَنَّكَ تَعِيْشُ أَبَدًا، وَاعْمَلْ ِلأَخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا.

“Berusahalah kamu untuk kepentingan duniamu seolah-olah akan hidup selamanya dan berusahalah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati esok hari”.

Hadirin Sidang Jum’at yang mulia! Memang kadang-kadang tanpa berusaha pun kita dapat memperoleh rezeki, umpamanya saja hadiah atau pemberian dari orang lain, tetapi cara yang paling baik dalam memperoleh rezeki menurut ajaran Islam ialah hasil jerih payah sendiri, bahkan sebaik-baik rezeki ialah hasil dari usaha sendiri, meskipun harta pemberian atau hadiah itu hukumnya halal, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

: اِنَّ اَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسَبِهِ. (رواه احمد)

“Sesungguhnya sebaik-baik rezeki yang dimakan oleh seorang laki-laki adalah rezeki dari hasil kerjanya sendiri.” (HR. Ahmad)

Islam telah memberikan penghargaan yang tinggi kepada orang yang rajin berusaha mencari rezeki untuk menafkahi keluarganya. Pada suatu riwayat disebutkan: “Ketika Rasulullah SAW. sedang duduk-duduk dengan para sahabatnya, terlihat ada seorang pemuda yang sehat dan kuat badannya sedang menuju tempat usahanya, terlihat dari gaya dan geraknya, para sahabat berkata, “Alangkah baiknya seandainya pemuda tersebut pada masa remajanya dengan memiliki tubuh yang begitu kuat dipakai untuk berusaha di jalan Allah” Maka Rasulullah SAW. bersabda: “Kalian jangan berbicara seperti itu, sebab seandainya pemuda itu berangkatnya untuk mencari rezeki untuk kepentingan keluarganya dan anak-anaknya yang masih kecil, maka dia itu telah berada pada jalan Allah. Dan seandainya dia berangkat dari rumah untuk menafkahi dirinya sendiri agar terhindar dari melakukan hal-hal yang melanggar aturan, maka dia berada di jalan Allah, tetapi seandainya ia keluar dari rumahnya itu untuk ria dan bermegah-megahan saja, maka sesungguhnya dia berada di jalan setan”.

Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah Ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan dalam mencari rezeki, yaitu mengenai cara usaha kita, sebab pada kenyataannya ada yang dibolehkan oleh agama dan ada pula yang diharamkan. Sedangkan, Nabi Muhammad pernah mengisyaratkan bahwa pada akhir zaman manusia mencari rezeki tidak memperhitungkan lagi halal dan haramnya, yang penting dapat menghasilkan untung. Oleh sebab itu, sebagai seorang muslim tentu kita menghendaki agar rezeki yang kita miliki itu diperoleh dengan cara yang halal dan diridhai Allah SWT. Pada kesempatan ini khatib ingin menyampaikan beberapa bentuk pekerjaan yang tidak dibenarkan oleh ajaran Islam, antara lain;

  • Pekerjaan yang sifatnya dzalim atau aniaya. Usaha seperti ini dapat merugikan orang lain, seperti judi, mencuri, riba atau menimbun barang dan sebagainya.
  • Berusaha yang mengandung unsur penipuan, seperti mengurangi takaran dan timbangan.
  • Usaha yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain, baik membahayakan perorangan maupun masyarakat banyak, seperti berdagang minuman keras, narkotik dan obat-obat terlarang.

Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah Oleh sebab itu, Islam sangat mencela orang-orang pengangguran, sebab pengangguran itu akan merugikan masyarakat, antara lain: 1) Pengangguran menyebabkan manusia tidak produktif, tetapi selamanya konsumtif, akhirnya kehidupannya tergantung kepada orang lain dan menjadi beban masyarakat. 2) Pengangguran itu sebagai sumber lahirnya kemiskinan, sedangkan kemiskinan itu merupakan tempat yang subur untuk berkembangnya berbagai kejahatan dan kekacauan. Oleh sebab itu, memberantas dan menjauhi segala bentuk pengangguran merupakan kewjiban kita. Dengan demikian, berarti kita telah berperan serta memperbaiki dan memelihara ketertiban dan ketentraman masyarakat.

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِىْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Profil

Hamid Elhaz

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: